Perum Bulog Kantor Cabang Medan, Sumatera Utara, telah menyalurkan 1.985 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur hingga 21 Oktober 2026. Program ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan pakan sekaligus mendukung stabilitas harga telur di pasaran.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Medan, Lutfillah Barus, mengatakan penyaluran tersebut berlangsung sejak Mei 2026 dan menyasar peternak di sejumlah wilayah kerja Bulog Medan.
“Penyaluran jagung SPHP tersebut ditujukan kepada 23 peternak ayam petelur yang berada di Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Binjai,” ujarnya.
Penyaluran itu menyasar peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah. Dengan adanya pasokan jagung melalui program SPHP, peternak diharapkan memperoleh akses bahan baku pakan dengan harga yang telah ditetapkan.
Realisasi Penyaluran Capai 56,55 Persen
Bulog Medan mencatat total pagu jagung SPHP yang dialokasikan mencapai 3.511 ton. Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran telah mencapai 1.985 ton atau sekitar 56,55 persen.
Penyaluran dilakukan secara bertahap kepada peternak yang berada di wilayah sasaran. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga ketersediaan bahan pakan bagi peternak ayam petelur dan membantu menstabilkan harga telur di pasar.
Bulog Medan menetapkan harga jagung SPHP sebesar Rp 5.000 per kilogram. Peternak yang membutuhkan pasokan dapat memperolehnya melalui gudang Bulog di wilayah kerja setempat.
Stok Jagung Bulog Medan Tersedia 1.251 Ton
Di sisi persediaan, stok jagung di gudang Bulog Medan tercatat sebanyak 1.251 ton hingga 19 Oktober 2026. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya penyerapan jagung dari petani di sejumlah daerah.
Penyerapan dilakukan antara lain di Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan stok sekaligus mendukung pengelolaan pasokan jagung bagi kebutuhan program SPHP.
Bulog Perkuat Kerja Sama dengan Petani
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Bulog Medan terus mengoptimalkan penyerapan jagung dari petani. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak.
Bulog menjalin kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta pemerintah daerah setempat.
Melalui langkah tersebut, Bulog Medan berupaya memperkuat penyerapan hasil panen sekaligus menjaga ketersediaan jagung di gudang. Pasokan yang terjaga diharapkan mendukung penyaluran jagung SPHP kepada peternak ayam petelur sesuai kebutuhan dan membantu menjaga stabilitas harga telur di pasaran.
Sumber:Antaranews.com