ekonomi regional

Lentera Cibeunying, Upaya Pertamina Bangkitkan Kemandirian Ekonomi Penyintas Longsor

admin Diperbarui 17:32 4 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Cilacap – Pemulihan warga terdampak tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal. Setelah kehilangan rumah akibat bencana pada November 2025, para penyintas juga perlu membangun kembali aktivitas produktif agar dapat menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Sejak Februari 2026, warga terdampak menempati hunian sementara (huntara) di Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Di tengah proses penyesuaian dengan lingkungan baru, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menghadirkan program Lahan Terpadu Pemberdayaan Ekonomi Huntara atau Lentera Cibeunying.

Program yang diluncurkan pada Senin (28/9) tersebut mengusung konsep eco farm terpadu dengan menggabungkan pertanian, perikanan, dan peternakan di lingkungan hunian sementara. Melalui pendekatan ini, penyintas diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kegiatan produktif di tengah keterbatasan setelah bencana.

Pemulihan dilanjutkan melalui pemberdayaan ekonomi

Area Manager Communication, Relations and CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan pendampingan terhadap warga terdampak longsor merupakan komitmen berkelanjutan yang tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir.

Sejak bencana terjadi, Pertamina telah memberikan dukungan berupa bantuan logistik, pendampingan psikososial, hingga kegiatan trauma healing bersama relawan.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, perusahaan juga mendukung program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan menyalurkan 134 paket pendidikan bagi anak-anak penyintas.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal dan kebutuhan dasar yang terpenuhi. Lebih dari itu, kami ingin memastikan mereka memiliki kesempatan untuk kembali produktif, mengembangkan potensi, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri,” kata Agustiawan.

Program Lentera Cibeunying menjadi bagian dari upaya melanjutkan dukungan tersebut melalui sarana yang dapat dimanfaatkan warga untuk mengembangkan aktivitas ekonomi selama tinggal di huntara.

Pertanian, perikanan, dan peternakan dalam satu kawasan

Salah satu bagian program Lentera Cibeunying adalah penyediaan sarana budidaya tanaman hortikultura. Pertamina membangun enam raised bed atau bedengan tanam berukuran 14 x 1 meter yang dilengkapi sistem irigasi tetes.

Sistem tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan bercocok tanam sekaligus mengoptimalkan penggunaan air. Dengan adanya fasilitas ini, warga memiliki sarana untuk mulai mengembangkan kegiatan pertanian di lingkungan hunian sementara.

Di sektor perikanan, sebanyak 50 unit Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) disiapkan untuk pemeliharaan ikan lele. Setiap sistem dilengkapi aerasi dan sirkulasi air, sedangkan bagian atas ember dimanfaatkan untuk menanam tanaman hortikultura.

Penggabungan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem menjadi bagian dari konsep pertanian terpadu yang diterapkan dalam program tersebut.

Sementara itu, dukungan di bidang peternakan diberikan melalui dua paket ayam petelur siap bertelur. Setiap paket terdiri atas 10 ekor ayam betina dan dua ekor ayam jantan.

Pertamina juga memberikan 50 ekor ayam petelur berusia tiga minggu beserta kandang yang dikelola oleh kelompok Tangguh Mekar Jaya.

Berbagai sarana tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi penyintas untuk menjalankan kegiatan produktif. Pertanian, perikanan, dan peternakan dipilih sebagai bidang yang dapat dikembangkan melalui fasilitas yang disediakan di sekitar huntara.

Pasokan air turut menjadi perhatian

Selain menyediakan sarana budidaya, program ini juga memperhatikan kebutuhan air untuk menunjang aktivitas warga dan pengelolaan eco farm.

Pertamina memberikan bantuan toren air serta paket sumur bor melalui kolaborasi dengan Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) dan Siaga Peduli.

Ketersediaan air menjadi salah satu unsur pendukung agar kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan dapat dijalankan. Dukungan tersebut juga diharapkan membantu masyarakat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan secara berkelanjutan selama menempati hunian sementara.

Dengan adanya sarana produksi dan dukungan air, program Lentera Cibeunying tidak hanya berfokus pada bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga menyediakan fasilitas untuk mendorong kegiatan ekonomi warga.

BPBD Cilacap apresiasi pendampingan Pertamina

Sekretaris BPBD Kabupaten Cilacap, Erni Suharti, mengapresiasi pendampingan Pertamina kepada penyintas longsor Cibeunying sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak berhenti ketika warga menghadapi situasi darurat. Pendampingan berlanjut melalui program yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan.

“Program Lentera jelas memberikan manfaat nyata bagi para penyintas, khususnya dalam membuka peluang ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat selama menempati hunian sementara. Terima kasih Pertamina,” ujarnya.

Apresiasi tersebut berkaitan dengan upaya menghadirkan peluang ekonomi bagi warga yang masih menjalani kehidupan di hunian sementara. Melalui program pemberdayaan, penyintas memperoleh akses terhadap sarana untuk mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan tempat tinggal mereka saat ini.

Bagi warga Cibeunying, proses untuk kembali menjalani kehidupan seperti sebelum bencana masih membutuhkan waktu. Namun, keberadaan lahan tanam, budidaya lele dalam ember, dan kandang ayam menjadi bagian dari upaya membangun kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui Lentera Cibeunying, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap melanjutkan dukungan pascabencana dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi. Program ini diarahkan agar penyintas tidak hanya memperoleh bantuan selama masa pemulihan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk kembali produktif dan secara bertahap membangun kemandirian.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar