ekonomi regional

Bupati Kudus Dorong Anak Muda Kuasai AI, Peluang Ekonomi Kreatif Kian Terbuka

admin Diperbarui 17:33 4 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Kudus – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mendorong generasi muda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang teknologi informasi (IT) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penguasaan teknologi tersebut dinilai dapat menjadi modal bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas, membangun usaha, dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Pesan itu disampaikan Sam’ani seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya menyediakan ruang bagi anak muda untuk berkarya dan mengembangkan potensi di berbagai bidang, termasuk ekonomi kreatif berbasis teknologi.

“Pemuda sangat berperan. Kami memberikan ruang dan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkarya dan mengembangkan ekonomi kreatif, termasuk kreativitas berbasis penguasaan IT maupun AI,” kata Sam’ani usai upacara Hari Sumpah Pemuda di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu.

Penguasaan teknologi menjadi bekal menghadapi peluang kerja

Sam’ani menilai generasi muda mempunyai peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Perkembangan teknologi digital membuka peluang usaha sekaligus menciptakan kebutuhan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda.

Karena itu, peningkatan kemampuan teknologi informasi dan AI perlu berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas. Anak muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang produktif.

Upaya tersebut, menurut Sam’ani, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar generasi muda memperoleh kesempatan untuk berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan.

Bonus demografi perlu diimbangi peningkatan kualitas SDM

Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Sam’ani mengajak generasi muda memanfaatkan bonus demografi melalui kegiatan belajar, bekerja, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa besarnya jumlah penduduk usia produktif perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial ketika kesempatan kerja tidak mencukupi.

Untuk memperluas peluang kerja, Pemerintah Kabupaten Kudus berupaya menarik investasi agar semakin banyak lapangan pekerjaan tersedia. Di sisi lain, pemuda juga didorong untuk menekuni kewirausahaan dan mengembangkan usaha di sektor ekonomi kreatif.

Dengan demikian, kesempatan berkarya bagi anak muda tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi juga dapat tumbuh melalui usaha mandiri yang sesuai dengan keterampilan dan potensi masing-masing.

BLK disiapkan untuk meningkatkan keterampilan pemuda

Peningkatan kompetensi juga didukung melalui program pelatihan keterampilan yang tersedia di Balai Latihan Kerja (BLK), serta program dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu anak muda mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.

Selain keterampilan teknis, Sam’ani menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan, kegigihan, dan kepedulian sosial.

“Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan tidak cukup hanya ditopang kemampuan menguasai teknologi. Karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wabup Kudus contohkan peluang usaha kopi

Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton turut mendorong anak muda agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi keadaan. Ia meminta generasi muda terus berusaha dan menghasilkan karya dengan mengandalkan keahlian yang dimiliki.

“Pemkab Kudus juga memiliki BLK yang bisa dimanfaatkan para pemuda untuk mengembangkan potensi diri. Salah satunya keahlian barista karena saat ini marak anak muda yang membuka usaha berjualan kopi di tepi jalan,” ujarnya.

Bellinda menilai kegiatan usaha yang dijalankan anak muda, termasuk berjualan kopi, turut menggerakkan roda ekonomi daerah. Namun, ia juga menyoroti adanya dampak terhadap kenyamanan pengguna jalan akibat keberadaan usaha tersebut di sejumlah lokasi.

“Tentunya, kata dia, aktivitas mereka juga turut menggerakkan roda ekonomi daerah, meskipun keberadaannya juga sedikit mengganggu kenyamanan pengguna jalan.”

Dorongan Pemkab Kudus terhadap penguasaan teknologi, pelatihan keterampilan, dan kewirausahaan tersebut diarahkan agar generasi muda memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan potensi. Melalui kombinasi kemampuan digital, kreativitas, dan karakter yang kuat, anak muda diharapkan mampu mengambil bagian dalam pembangunan sekaligus memperluas aktivitas ekonomi daerah.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar