Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kota Bekasi menyampaikan informasi lowongan kerja secara rutin setiap pekan. Langkah ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Bekasi yang tercatat mencapai 7,3 persen.
Selain mengumumkan lowongan, Pemkot Bekasi diminta memetakan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri. Dengan pemetaan tersebut, peluang kerja yang tersedia diharapkan dapat diketahui masyarakat secara berkala.
“Ini saja dihitung jumlah pabriknya berapa, nanti dijadwal per minggu. Wali Kota Bekasi membuat lowongan kerja online setiap minggu,” kata Dedi dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.
Ribuan perusahaan dinilai perlu dioptimalkan
Menurut Dedi, keberadaan banyak perusahaan di Bekasi perlu dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi warga setempat. Informasi rekrutmen yang diumumkan secara terjadwal diharapkan membantu pencari kerja mengetahui kebutuhan perusahaan tanpa harus menunggu informasi secara tidak menentu.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari perbaikan infrastruktur maupun penataan lingkungan. Penurunan pengangguran, menurutnya, juga perlu menjadi bagian dari hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Jalan sudah bagus, tamannya bagus, kali-kalinya sudah rapi. Tinggal penganggurannya harus berkurang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan kesempatan kerja sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah, seiring dengan pembangunan fasilitas dan penataan wilayah.
Pelatihan dan pemagangan untuk memperkuat kompetensi
Di samping penyebaran informasi lowongan kerja, Dedi mendorong peningkatan keterampilan pencari kerja melalui program pelatihan dan pemagangan. Upaya ini ditujukan agar kemampuan calon tenaga kerja lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Ia mengusulkan agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan melalui perjanjian kerja sama (PKS). Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dan pihak terkait dapat menggunakan sarana yang sudah ada secara bersama-sama, sehingga tidak perlu membangun fasilitas baru apabila kebutuhan pelatihan masih dapat dipenuhi dengan fasilitas yang tersedia.
Pendekatan itu juga diharapkan membuka kesempatan bagi pencari kerja untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang relevan sebelum memasuki dunia kerja.
Kolaborasi pemerintah dan industri menjadi bagian dari upaya
Dedi menilai pengurangan pengangguran membutuhkan langkah yang saling mendukung, mulai dari pendataan kebutuhan tenaga kerja, penyampaian informasi rekrutmen secara rutin, hingga penguatan kompetensi calon pekerja.
Pemerintah daerah didorong menjalin koordinasi dengan dunia usaha agar informasi lowongan dan program pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, pencari kerja tidak hanya mendapatkan akses terhadap informasi pekerjaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mengisi posisi yang tersedia.
“Pemetaan lowongan secara rutin, pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, dan kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha menjadi langkah yang didorong untuk mempercepat penurunan pengangguran,” kata dia.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Bekasi diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kebutuhan tenaga kerja perusahaan dan kesiapan pencari kerja lokal, sekaligus mendukung upaya menurunkan tingkat pengangguran di daerah tersebut.
Sumber:Antaranews.com