MOJOKERTO — Produk fesyen lokal Mojokerto didorong untuk memperluas jangkauan pemasaran, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga hingga pasar nasional dan internasional. Upaya tersebut dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif melalui kegiatan CREATIVE by ID X IDE IDN yang digelar di Sunrise Mall, Mojokerto.
Kegiatan berupa lokakarya promosi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha fesyen sekaligus memperkenalkan karakter produk lokal kepada konsumen secara langsung. Pemanfaatan pusat perbelanjaan menjadi salah satu strategi untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas.
Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif, Iffah Sa’aidah, mengatakan kegiatan pameran dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produknya sekaligus membangun pengenalan merek di tengah persaingan industri fesyen.
“Pameran ini memberi kesempatan pelaku usaha memperkenalkan karakter produk fesyen lokal kepada konsumen. Interaksi langsung juga membantu membangun pengenalan merek di tengah persaingan industri fesyen,” kata Iffah Sa’aidah dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pusat Perbelanjaan Jadi Ruang Promosi Produk Lokal
Pemilihan Sunrise Mall sebagai lokasi kegiatan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen melalui promosi secara langsung. Dalam industri fesyen yang kompetitif, pengenalan karakter produk dan merek menjadi salah satu aspek penting untuk menarik perhatian pasar.
Melalui kegiatan ini, produk fesyen lokal Mojokerto diharapkan memperoleh ruang promosi yang lebih luas. Interaksi dengan konsumen juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan keunikan produk yang mereka tawarkan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi produk ekonomi kreatif Indonesia agar tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih besar.
Kolaborasi Pemerintah dan DPRD Diperlukan
Iffah menilai dukungan pemerintah daerah dan DPRD turut berperan dalam mendorong perkembangan industri fesyen di daerah. Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperluas kesempatan promosi dan mendukung pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif.
“CREATIVE by ID menjadi strategi untuk memperkuat identitas produk ekonomi kreatif Indonesia. Program ini juga mendorong perluasan pemasaran produk lokal agar mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional,” ucap Iffah.
Lokakarya CREATIVE by ID X IDE IDN tersebut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Riwud Mujirahayu, Kepala Disporapar Mojokerto Ani Wijaya, serta Ketua Komisi II DPRD Denny Novianto.
Kehadiran unsur pemerintah dan legislatif dalam kegiatan itu memperlihatkan keterlibatan lintas pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan industri fesyen lokal Mojokerto.
Perluasan Pasar Jadi Sasaran Pengembangan Fesyen Mojokerto
Dorongan untuk memperluas pasar menjadi salah satu fokus pengembangan produk fesyen lokal. Pengenalan merek dan kesempatan berinteraksi langsung dengan konsumen diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produknya.
Kementerian Ekonomi Kreatif berharap produk fesyen dari Mojokerto semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Jangkauan pemasaran hingga tingkat nasional dan internasional menjadi sasaran yang ingin didorong melalui program promosi tersebut.
Melalui dukungan promosi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, pelaku usaha fesyen lokal diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan produk serta memperkuat identitasnya di tengah persaingan industri kreatif.
Sumber:rri.co.id