Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, menyiapkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong menjadi 75-80 ton per hari. Penambahan kapasitas melalui pengadaan mesin baru ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarimukti.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penguatan fasilitas pengolahan sampah di dalam kota menjadi kebutuhan mendesak di tengah keterbatasan lahan dan terbatasnya kapasitas pembuangan ke TPA regional.
“Cimahi mendapatkan perhatian dari World Bank melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri. Kami berharap pengelolaan sampah dapat semakin optimal sehingga sampah yang dihasilkan bisa diolah di Kota Cimahi,” kata dia.
Pengembangan TPST Sentiong dilakukan dengan memasang mesin baru yang direncanakan mulai beroperasi pada awal 2027. Sementara itu, mesin yang saat ini digunakan di fasilitas tersebut akan dipindahkan ke Cigugur untuk mendukung pengolahan sampah di wilayah itu.
Timbulan Sampah Capai 250 Ton per Hari
Berdasarkan data Pemerintah Kota Cimahi, jumlah sampah yang dihasilkan di daerah tersebut mencapai sekitar 230-250 ton per hari. Di sisi lain, kuota pembuangan sampah ke TPA Regional Sarimukti hanya sekitar 119 ton per hari.
Perbedaan antara jumlah sampah yang dihasilkan dan kuota pembuangan tersebut membuat lebih dari 100 ton sampah setiap hari harus ditangani melalui mekanisme pengolahan di luar TPA regional.
Karena itu, Pemkot Cimahi tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan. Pemerintah kota juga mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, pengumpulan sampah berdasarkan jenisnya, hingga pengolahan di TPST untuk menekan jumlah sampah yang harus dibawa ke Sarimukti.
Ribuan ASN Dilibatkan dalam Pengelolaan Sampah
Untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, Pemkot Cimahi mengukuhkan Tim Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan. Tim tersebut bertugas memperkuat pendataan, mendorong pemilahan sampah, serta mengoordinasikan pengumpulan sampah di tingkat wilayah.
Pemerintah kota juga melibatkan 1.728 aparatur sipil negara (ASN) melalui program Sapu Jagat RT atau Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. Melalui program ini, para ASN mendata kondisi pengelolaan sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dengan mendatangi rumah warga.
Langkah tersebut ditujukan untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah, sehingga proses pengolahan berikutnya dapat berjalan lebih efektif.
Fasilitas Baru Membutuhkan Dukungan Operasional
Ngatiyana menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pengolahan tidak cukup hanya dengan menyediakan mesin. Pengoperasian fasilitas juga membutuhkan sumber daya manusia, kelembagaan pengelola, anggaran operasional dan pemeliharaan, serta prosedur keselamatan kerja yang memadai.
“Pengoperasian fasilitas pengolahan sampah membutuhkan dukungan sumber daya manusia, kelembagaan pengelola, anggaran operasional dan pemeliharaan, serta standar operasional prosedur dan keselamatan kerja yang memadai,” katanya.
Selain kebutuhan fasilitas dan tenaga pengelola, Cimahi masih memerlukan lima kendaraan compactor untuk mengangkut residu ke tempat pembuangan akhir. Pemerintah kota juga perlu memastikan pasokan sampah sesuai kapasitas fasilitas, menjaga mutu hasil pengolahan, serta memperhatikan pemanfaatan produk yang dihasilkan.
TPST Sentiong dan Lebaksaat Didorong Beroperasi Berkelanjutan
Pemkot Cimahi berharap pengembangan fasilitas pengolahan sampah melalui pendampingan program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah di dalam kota.
Program tersebut mendukung upaya agar TPST Sentiong dan TPST Lebaksaat dapat beroperasi secara efektif dan berkelanjutan.
Dengan timbulan sampah mencapai 230-250 ton per hari dan kuota pembuangan ke Sarimukti sekitar 119 ton per hari, peningkatan kapasitas pengolahan, pemilahan dari rumah tangga, serta penguatan sarana pengangkutan menjadi bagian penting dari strategi Cimahi dalam menangani sampah secara lebih mandiri.
Sumber:Antaranews.com