YOGYAKARTA — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan mencukupi hingga akhir 2026. Masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan meskipun antrean kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kepastian tersebut disampaikan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY, serta Pemerintah Kabupaten Sleman setelah melakukan pemantauan langsung pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Peninjauan dilakukan di SPBU 44.552.09 Kentungan, Jalan Kaliurang, serta SPBU 43.552.18 di kawasan Universitas Teknologi Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi BBM berjalan lancar sekaligus menanggapi antrean kendaraan yang muncul dalam beberapa waktu terakhir.
Pengurus DPC Hiswana Migas DIY Bidang SPBU Wira Adiyaksa mengatakan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara kuota dan persediaan BBM. Menurutnya, pasokan terus dijaga agar kebutuhan konsumen tetap terpenuhi.
“Persediaan kami pastikan cukup sampai akhir tahun. Bahkan persiapan cadangan pasokan telah kami perhitungkan dengan matang guna mengantisipasi lonjakan konsumsi pada akhir pekan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru nanti,” ujarnya.
Perubahan Pilihan BBM Jadi Salah Satu Penyebab Antrean
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU tidak serta-merta menunjukkan terjadinya kekurangan pasokan. Pertamina menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan permintaan di titik pengisian tertentu.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY Taufiq Kurniawan menyebutkan, peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi, khususnya dari Pertamax ke Pertalite, turut meningkatkan permintaan terhadap produk tertentu.
Perubahan tersebut dapat membuat antrean terkonsentrasi di sejumlah SPBU, meskipun persediaan BBM secara keseluruhan masih berada dalam kondisi mencukupi.
Berdasarkan data yang disampaikan Pertamina, ketahanan cadangan energi di wilayah DIY berada pada tingkat yang aman. Cadangan Pertalite disebut mencapai tujuh kali konsumsi normal, solar 14 kali, LPG empat kali, Pertamax 19 kali, dan Pertamax Turbo 34 kali konsumsi normal.
“Jadi meskipun ada antrean, masyarakat tidak perlu khawatir, tetap membeli sesuai kebutuhan saja karena barangnya pasti ada. Ketersediaan kami jamin sesuai dengan konsumsi yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat,” kata Taufiq.
Jam Kerja Petugas SPBU Disiapkan untuk Ditingkatkan
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan mempercepat pelayanan, Hiswana Migas bersama Pertamina menyiapkan sejumlah langkah operasional di SPBU.
Upaya tersebut mencakup penambahan jam kerja petugas serta optimalisasi penggunaan nosel pengisian BBM. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengisian dan mengurangi waktu tunggu konsumen.
Selain pengaturan operasional di lapangan, pemantauan distribusi juga dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diperlukan agar pasokan dapat segera disesuaikan apabila terjadi penurunan volume BBM di lokasi tertentu.
Dengan demikian, penanganan antrean tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok secara keseluruhan, tetapi juga pada kelancaran penyaluran dan kemampuan SPBU melayani peningkatan permintaan.
Pemkab Sleman Minta Warga Tidak Memborong BBM
Pemerintah Kabupaten Sleman turut memastikan kebutuhan energi bagi masyarakat maupun wisatawan di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar mengatakan, hasil pemantauan dan interaksi dengan pengendara di sejumlah SPBU menunjukkan antrean yang ditemukan masih tergolong normal dan wajar.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan berdasarkan kekhawatiran berlebihan, terutama dengan membeli BBM dalam jumlah yang tidak sesuai kebutuhan.
“Dari saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Jogja, khususnya Sleman, untuk persediaan stok BBM kita aman. Masyarakat tidak perlu panik apalagi sampai melakukan aksi pemborongan BBM secara berlebihan,” ucapnya.
Abu Bakar menambahkan, kelancaran distribusi didukung pemantauan data secara berkelanjutan. Apabila terdeteksi penurunan volume pasokan di suatu SPBU, armada pengangkut BBM akan segera dikirim untuk menjaga ketersediaan dan mencegah antrean semakin panjang.
Pasokan Disiapkan untuk Menghadapi Natal dan Tahun Baru
Menjelang akhir tahun, kesiapan pasokan menjadi perhatian karena konsumsi BBM berpotensi meningkat pada akhir pekan serta selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Hiswana Migas dan Pertamina menyatakan telah memperhitungkan kebutuhan cadangan untuk menghadapi kemungkinan kenaikan konsumsi tersebut. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga dilakukan guna mendukung distribusi energi di wilayah DIY.
Masyarakat diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Di tengah antrean yang terjadi di beberapa lokasi, informasi mengenai kondisi persediaan dan distribusi diharapkan menjadi acuan agar warga tidak terjebak kepanikan.
Pemerintah daerah, Pertamina, dan Hiswana Migas akan terus berkoordinasi untuk menjaga kelancaran pasokan serta pelayanan SPBU. Upaya tersebut menjadi bagian dari persiapan memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan wisatawan hingga penghujung 2026.
Sumber: rri.co.id