ekonomi regional

WJX 2026 Catat Transaksi Rp477,3 Miliar, Kopi dan Cengkeh Jadi Andalan Ekspor Jabar

admin Diperbarui 17:33 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Bandung – West Java Expo (WJX) 2026 mencatat nilai transaksi mencapai Rp477,3 miliar atau setara 26,4 juta dolar AS. Capaian tersebut ditopang oleh produk unggulan Jawa Barat, terutama komoditas kopi dan cengkeh yang berhasil menarik minat pembeli dari pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengatakan nilai transaksi tersebut merupakan hasil penyelenggaraan WJX 2026 yang berlangsung bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang.

“WJX 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, itu membukukan transaksi Rp477,3 miliar,” kata Kepala Disperindag Jawa Barat Nining Yuliastiani dalam keterangan yang dikonfirmasi di Bandung, Jabar, Kamis.

Pameran yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 itu menjadi ajang bagi pelaku usaha Jawa Barat untuk memperluas pemasaran produk sekaligus membangun kerja sama perdagangan dengan mitra dari berbagai negara.

Kesepakatan ekspor menyumbang nilai transaksi terbesar

Berdasarkan catatan Disperindag Jawa Barat, nilai transaksi WJX 2026 terdiri atas beberapa kategori. Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) menyumbang nilai terbesar, yakni 21,6 juta dolar AS.

Selain itu, transaksi retail tercatat sebesar 974 ribu dolar AS. Adapun potensi transaksi mencapai 2,6 juta dolar AS, sementara akumulasi kegiatan Road to WJX menyumbang 1,2 juta dolar AS.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa capaian pameran tidak hanya berasal dari transaksi langsung selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dari kesepakatan bisnis dan potensi perdagangan yang dibangun melalui rangkaian kegiatan promosi.

Produk makanan dan minuman mendominasi transaksi

Dari empat sektor usaha yang diikuti 40 pelaku usaha Jawa Barat, kategori makanan dan minuman menjadi penyumbang nilai transaksi terbesar, yakni Rp409,48 miliar.

Sektor personal care berada di posisi berikutnya dengan nilai Rp21,36 miliar. Sementara itu, fesyen dan aksesori membukukan transaksi Rp21,34 miliar, disusul furnitur dan home decor sebesar Rp1,03 miliar.

Dominasi sektor makanan dan minuman terlihat sejalan dengan besarnya nilai kesepakatan ekspor untuk komoditas kopi dan cengkeh. Kedua produk tersebut menjadi bagian penting dari capaian perdagangan yang dibukukan pelaku usaha Jawa Barat selama pameran.

Kopi ke Tiongkok dan cengkeh ke India

Selama lima hari penyelenggaraan WJX 2026, pelaku usaha Jawa Barat berhasil menjalin 19 kesepakatan ekspor dengan pembeli internasional.

Salah satu kesepakatan terbesar dicatatkan PT Inti Gravfarm Indonesia melalui kerja sama dengan pembeli asal Tiongkok untuk ekspor biji kopi senilai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp180,4 miliar.

Nilai tersebut disusul kesepakatan PT Mekar Saluyu Grup yang mengekspor komoditas cengkeh ke India senilai 9,24 juta dolar AS atau sekitar Rp166,7 miliar.

Besarnya nilai kedua kesepakatan itu memperlihatkan peran komoditas perkebunan dalam memperluas jangkauan perdagangan produk Jawa Barat ke pasar luar negeri.

Produk lain turut menembus pasar internasional

Selain kopi dan cengkeh, sejumlah perusahaan Jawa Barat juga menjalin kerja sama ekspor untuk produk dari sektor lain.

PT Melania Indonesia menjalin ekspansi pasar untuk produk teh ke Jepang, Malaysia, Tiongkok, dan Dubai. Sementara itu, PT Brilian Zenco mencatat kerja sama ekspor cokelat ke Pakistan.

Pada sektor perawatan tubuh, PT Pavettia Nuansa Alami memperluas pemasaran lipstik organik ke Malaysia. Adapun PT Trikarya Budaya Indonesia menjalin ekspor pakaian olahraga wanita ke negara yang sama.

Ragam kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa partisipasi pelaku usaha Jawa Barat di WJX 2026 mencakup berbagai jenis produk, mulai dari komoditas perkebunan dan makanan hingga produk perawatan tubuh serta fesyen.

Dengan nilai transaksi Rp477,3 miliar dan 19 kesepakatan ekspor, WJX 2026 menjadi salah satu wadah promosi bagi pelaku usaha Jawa Barat untuk mempertemukan produk unggulan daerah dengan kebutuhan pasar internasional.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar