BANTUL — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Komisi IV DPR RI menyalurkan berbagai bantuan untuk nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha perikanan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan melaut, benih ikan, peralatan pengolahan hasil laut, hingga dukungan perlindungan bagi nelayan.
Penyaluran bantuan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026 sore, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 KKP yang jatuh pada 26 Oktober 2026.
Program ini diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat pengembangan usaha di sektor kelautan dan perikanan.
Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program pembangunan sektor perikanan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bagaimana kehadiran KKP di tengah-tengah nelayan, pelaku usaha, dan pembudidaya. Ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 KKP yang puncaknya pada 26 Oktober 2026,” ucapnya.
Bantuan untuk Nelayan hingga Pembudidaya Ikan
Bantuan yang disalurkan KKP mencakup sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan penangkapan ikan, budidaya, dan pengolahan hasil perikanan. Dukungan tersebut juga meliputi asuransi nelayan, benih ikan, serta sarana pengolahan untuk membantu pengembangan usaha masyarakat pesisir.
Selain mendukung kegiatan ekonomi, pemerintah turut menyalurkan bibit mangrove untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Sarana pengawasan juga diberikan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) guna mendukung pengawasan aktivitas perikanan di wilayah tersebut.
Andy menegaskan, bantuan pengawasan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah praktik penangkapan ikan ilegal yang merugikan sumber daya kelautan.
“Kami juga menyalurkan sarana pengawasan untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas), yang tujuannya untuk memastikan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing) tidak terjadi di sini,” ujarnya.
KKP juga menyerahkan sertifikat mutu untuk mendukung peningkatan kualitas produk perikanan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memenuhi standar yang diperlukan sekaligus memperkuat daya saing produk mereka.
“Harapannya pelaku usaha di sektor perikanan dan kelautan yang ada di Kabupaten Bantul ini bisa lebih sejahtera, dan bisa lebih baik lagi di dalam melaksanakan usahanya,” katanya.
Rincian Bantuan: 200 Paket Melaut dan 50.000 Benih Ikan
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi memaparkan sejumlah bantuan yang diserahkan kepada masyarakat di KNMP Poncosari. Bantuan tersebut menyasar nelayan, kelompok pembudidaya, pelaku usaha pengolahan hasil laut, serta masyarakat penerima manfaat lainnya.
Sebanyak 200 paket bantuan melaut diberikan kepada nelayan. Sementara itu, 50.000 benih ikan disalurkan untuk lima kelompok pembudidaya ikan.
Untuk mendukung penghijauan kawasan pesisir, bantuan juga mencakup 100 bibit cemara laut atau ketapang.
“Diserahkan juga tiga unit chest freezer berkapasitas 200 liter, dua paket peralatan pengolahan hasil laut untuk usaha kerupuk dan pengolahan ikan, serta 100 paket peralatan sekolah bagi peserta khitanan massal,” ujarnya.
Selain bantuan tersebut, penerima manfaat memperoleh dukungan berupa sertifikat cold storage, sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) bagi pembudidaya ikan tematik, serta asuransi nelayan.
Ragam bantuan itu ditujukan untuk menunjang berbagai tahapan usaha perikanan, mulai dari kegiatan melaut dan budidaya hingga penyimpanan serta pengolahan hasil tangkapan.
Peralatan Pengolahan Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan
Siti Hediati Haryadi, yang akrab disapa Titiek Soeharto, berharap sarana yang diberikan dapat digunakan secara optimal untuk menunjang produktivitas dan pengembangan usaha masyarakat.
Menurutnya, fasilitas penyimpanan berperan dalam menjaga mutu ikan, sedangkan peralatan pengolahan dapat membantu meningkatkan nilai jual hasil laut.
“Sarana penyimpanan dapat membantu menjaga mutu ikan, peralatan pengolahan dapat meningkatkan nilai jual hasil laut, dan dukungan bagi nelayan dapat membantu mereka menjalankan usaha dengan lebih baik,” ucapnya.
Dukungan terhadap penyimpanan dan pengolahan hasil laut menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha perikanan. Melalui sarana tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat mengelola hasil tangkapan dengan lebih baik dan mengembangkan produk olahan sesuai kebutuhan pasar.
Selain penyediaan fasilitas, Titiek menekankan pentingnya pendampingan dan evaluasi dari KKP bersama pemerintah daerah. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan yang telah diserahkan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan program.
Ia juga mendorong agar program serupa terus diperkuat dan diperluas sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak nelayan, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perikanan.
KKP dan DPR Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Penyaluran bantuan di Poncosari tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan operasional nelayan, tetapi juga mencakup pengembangan usaha, peningkatan mutu produk, perlindungan sumber daya laut, dan pelestarian lingkungan pesisir.
Keterlibatan berbagai kelompok penerima menunjukkan bahwa dukungan diberikan pada sejumlah aspek yang saling berkaitan dalam kegiatan ekonomi perikanan.
Titiek mengajak masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut sekaligus memanfaatkan bantuan pemerintah untuk mengembangkan usaha.
“Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah, menjaga laut kita, memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya, dan mengembangkan usaha perikanan agar semakin maju. Kita ingin nelayan semakin sejahtera, pembudidaya semakin berkembang, usaha pengolahan semakin kuat, dan hasil perikanan Indonesia semakin mampu bersaing,” ucapnya menambahkan.
Melalui rangkaian bantuan tersebut, KKP dan Komisi IV DPR RI berharap masyarakat pesisir Bantul dapat meningkatkan kegiatan usaha perikanan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut. Pendampingan dan pemanfaatan fasilitas secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.
Sumber :rri.co.id