kebijakan nasional

Golkar Bidik Pemilih Muda, Maman Abdurahman Sebut Gibran Simbol Regenerasi Kepemimpinan

admin Diperbarui 17:34 4 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Bantul – Partai Golkar menempatkan regenerasi kepemimpinan dan potensi pemilih muda sebagai bagian dari strategi politiknya dalam Pemilu 2024. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Maman Abdurahman menilai Gibran Rakabuming Raka, yang saat itu menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto, memiliki peran penting dalam mendorong munculnya pemimpin dari generasi muda.

Pandangan tersebut disampaikan Maman saat menghadiri kegiatan pembekalan juru kampanye (jurkam) dan calon anggota legislatif (caleg) Partai Golkar tingkat kabupaten/kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan itu berlangsung di Graha Gandung Pardiman Center (GPC), Imogiri, Bantul, DIY.

Menurut Maman, Golkar menjadi salah satu pihak yang paling awal mendorong Gibran sebagai calon wakil presiden. Partai tersebut meyakini kehadiran Gibran dapat menjadi simbol percepatan regenerasi kepemimpinan nasional.

“Golkar yang terdepan untuk mengusung Gibran menjadi cawapres, dan bahkan sampai hari ini kita yang terdepan, karena kita punya keyakinan Mas Gibran ini akan menjadi simbol lokomotif percepatan regenerasi kepemimpinan muda di Indonesia,” kata Maman di Yogyakarta, Minggu.

Golkar Soroti Potensi Pemilih Muda

Maman juga menyinggung hasil survei elektabilitas Prabowo setelah Gibran bergabung sebagai pasangan calon dalam Pilpres 2024. Menurutnya, kenaikan elektabilitas tersebut menunjukkan adanya respons positif dari sebagian pemilih muda terhadap pencalonan Gibran.

“Terbukti, hasil survei elektabilitas Pak Prabowo pascabergabung dengan Mas Gibran naik signifikan, hal itu berarti ada ceruk pemilih muda yang merespons secara positif terkait pencalonan Mas Gibran,” katanya.

Bagi Golkar, dukungan pemilih muda menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam strategi pemenangan. Figur Gibran dipandang memiliki potensi untuk menjangkau kelompok pemilih yang menginginkan representasi generasi muda dalam kepemimpinan nasional.

Meski demikian, strategi pemenangan tidak hanya bertumpu pada figur calon. Maman mengatakan Bappilu Golkar telah memetakan wilayah yang menjadi basis kekuatan partai maupun daerah yang masih perlu diperkuat melalui penetrasi politik.

Pemetaan tersebut digunakan untuk menentukan fokus kerja pemenangan di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan jumlah pemilih besar.

Jawa Jadi Wilayah Strategis Pemenangan

Maman menyebut Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai wilayah yang masuk dalam target utama Golkar. Besarnya jumlah pemilih di Pulau Jawa membuat kawasan tersebut memiliki posisi penting dalam perhitungan politik partai.

“Seperti Jawa Barat itu menjadi salah satu battle zona kita, jadi wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur itu memang menjadi salah satu lumbung target kita, karena hampir setengah pemilih Indonesia ada di Jawa,” katanya.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Bappilu Golkar memberikan penugasan kepada jajaran partai di daerah, termasuk Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat dan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat. Wilayah itu ditetapkan sebagai salah satu sasaran penting dalam pemenangan Pemilu 2024.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily mengatakan pihaknya telah menunjuk mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai Ketua Kampanye Daerah. Tim tersebut juga telah menggelar rapat bersama partai politik pendukung pasangan Prabowo-Gibran di Jawa Barat.

Ace menilai pengalaman hasil Pemilu 2019 menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan strategi di wilayah tersebut.

“Kita targetkan di Jawa Barat karena di Pemilu 2019 suara Pak Prabowo menang, maka kita harapkan dengan bersatunya Pak Prabowo dengan Pak Gibran sebagai representasi kekuatan yang saling melengkapi, maka suara di Jawa Barat menjadi sangat penting,” katanya.

Prabowo dan Gibran Disiapkan Menjangkau Basis Pemilih Berbeda

Ace menjelaskan, strategi kampanye pasangan Prabowo-Gibran juga mencakup pembagian fokus wilayah. Prabowo direncanakan turun langsung ke daerah yang memiliki basis suara besar, seperti Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Sementara itu, Gibran direncanakan menyasar wilayah yang dinilai memiliki basis pemilih Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019, termasuk Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Selain pertimbangan wilayah, Ace menilai usia Gibran dapat menjadi faktor untuk menarik dukungan dari kalangan muda. Ia menyebut jumlah pemilih dari generasi Z dan milenial mencapai sekitar 120 juta orang.

“Salah satunya Jawa Tengah dan juga Yogyakarta, disamping itu Pak Gibran juga sebagai anak muda, yang jumlah pemilihnya cukup besar, 120 juta dari generasi Z dan milenial, yang kita harapkan bisa menarik representasi dari kalangan muda dari figur Pak Gibran,” katanya.

Pemetaan daerah, penguatan tim kampanye, dan pendekatan kepada pemilih muda menjadi bagian dari strategi Golkar dalam mendukung pasangan Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024. Melalui langkah tersebut, partai berupaya memperluas jangkauan dukungan sekaligus mendorong figur muda masuk dalam dinamika kepemimpinan nasional.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar