isu lintas provinsi

Tentara Yaman Klaim Lumpuhkan 218 Petempur Houth

admin Diperbarui 17:37 2 menit membaca
Foto: antaranews.com
Ukuran Teks:

Koalisi Saudi Serang Sanaa, Klaim Hancurkan Dua Peluncur Rudal Balistik Houthi

Sanaa – Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan ke ibu kota Yaman, Sanaa, pada Senin dini hari waktu setempat. Dalam operasi tersebut, koalisi mengklaim telah menghancurkan dua peluncur rudal balistik milik kelompok Houthi.

Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, menyebut salah satu peluncur yang menjadi sasaran diduga telah digunakan Houthi untuk melancarkan serangan terhadap Riyadh, ibu kota Arab Saudi, beberapa jam sebelum operasi berlangsung.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Al-Maliki menyatakan koalisi masih melanjutkan operasi untuk membongkar jaringan rudal balistik kelompok Houthi.

Serangan ke Sanaa tersebut berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas militer yang melibatkan kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman. Namun, belum ada pernyataan langsung dari pihak Houthi mengenai klaim penghancuran dua peluncur rudal tersebut.

Sebelumnya, tentara Yaman pada Minggu (25/10) menyampaikan bahwa pasukannya telah melumpuhkan sekitar 218 petempur Houthi dan komandan lapangan dalam 753 operasi selama 24 jam terakhir.

Dalam rangkaian operasi tersebut, tentara Yaman juga mengklaim telah menghancurkan atau merusak 78 kendaraan militer dan persenjataan.

Menurut keterangan tentara, operasi yang menjadi bagian dari Operasi Fajar Yaman itu menyasar sejumlah titik strategis. Sasaran tersebut meliputi pusat komando garis depan, benteng pertahanan, posisi penembakan, konsentrasi pasukan, jalur bala bantuan, serta kendaraan logistik.

Serangan itu dilaporkan menghambat pergerakan bala bantuan Houthi menuju garis depan. Operasi tersebut juga disebut mendukung pelaksanaan penyergapan dan serangan darat oleh pasukan pemerintah Yaman.

Meski menyebut ratusan petempur telah dilumpuhkan, tentara Yaman tidak merinci jumlah korban tewas maupun luka-luka dalam operasi tersebut. Hingga kini, pihak Houthi juga belum memberikan komentar langsung terkait klaim itu.

Konflik Yaman Berlangsung Sejak 2014

Yaman telah dilanda konflik berkepanjangan sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Perkembangan tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Hingga kini, penguasaan wilayah di Yaman masih terbagi. Kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat, termasuk ibu kota Sanaa. Sementara itu, pemerintah yang diakui secara internasional bersama pasukan sekutunya menguasai Aden serta sebagian besar wilayah selatan dan timur.

Situasi di lapangan masih dinamis seiring kembali berkobarnya pertempuran yang turut mengubah garis depan, terutama di sepanjang pesisir Laut Merah. Sejumlah wilayah juga masih menjadi objek perebutan antara pihak-pihak yang bertikai.

Klaim penghancuran peluncur rudal oleh koalisi Saudi dan laporan operasi tentara Yaman menunjukkan berlanjutnya aktivitas militer di tengah konflik tersebut. Namun, rincian mengenai dampak serangan terbaru di Sanaa belum disertai keterangan langsung dari kelompok Houthi.

Sumber:antaranews.com

Tinggalkan komentar