isu lintas provinsi

BMKG Kerahkan 15 Pesawat untuk Modifikasi Cuaca, Fokus Tekan Karhutla di Sumsel dan Kalteng

admin Diperbarui 17:37 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengerahkan 15 pesawat untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan sebagai bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, operasi modifikasi cuaca saat ini dilaksanakan secara masif. Menurut dia, skala kegiatan tersebut termasuk salah satu yang terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.

“Sekarang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan secara masif. Ini mungkin salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia,” kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Dari total armada yang dikerahkan, sembilan pesawat beroperasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara enam pesawat lainnya menjalankan operasi di Sumatera Selatan.

“Ia melanjutkan “Ada sembilan pesawat yang aktif di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, kemudian enam pesawat di Sumatera Selatan. Harapannya, minggu ini menjadi periode basah sehingga ada potensi hujan.””

Peluang Hujan Dipantau di Dua Wilayah Prioritas

BMKG berharap pelaksanaan OMC dapat membantu meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan untuk mendukung pemadaman kebakaran. Perhatian khusus diberikan kepada Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, yang menurut Faisal masih menghadapi tingkat kebakaran cukup tinggi.

Berdasarkan perkiraan BMKG, potensi pertumbuhan awan di Kalimantan Tengah cukup besar selama lima hari sejak Senin. Adapun di Sumatera Selatan, peningkatan potensi pertumbuhan awan diperkirakan mulai terjadi pada Selasa dan berlanjut selama lima hari berikutnya.

“Kami akan bekerja keras untuk memadamkan semaksimal mungkin kebakaran yang terjadi, khususnya di dua provinsi yang saat ini masih memiliki tingkat kebakaran cukup tinggi, yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Perkiraan pertumbuhan awan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan modifikasi cuaca. Melalui operasi ini, BMKG berupaya mendukung terbentuknya hujan agar dapat membantu penanganan kebakaran di wilayah terdampak.

Libatkan BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI

Faisal menjelaskan, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.

Pelaksanaannya melibatkan sejumlah lembaga, yakni BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam operasi tersebut, BMKG memanfaatkan kombinasi bahan dry ice dan natrium klorida (NaCl) atau garam untuk mendukung proses pembentukan hujan. Dukungan armada udara juga berasal dari pesawat Hercules, CN-295, dan pesawat lain milik TNI.

Keterlibatan berbagai instansi dan penggunaan sejumlah jenis pesawat menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan OMC di tiga provinsi tersebut.

BMKG Petakan Risiko Kebakaran hingga Akhir November

Selain menjalankan operasi modifikasi cuaca, BMKG menyiapkan pemetaan risiko karhutla secara mingguan hingga akhir November. Pemetaan ini mencakup wilayah yang masuk kategori risiko kebakaran sangat tinggi dan tinggi.

Informasi tersebut akan digunakan untuk membantu menentukan daerah yang perlu menjadi prioritas dalam langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

“Datanya sudah kami siapkan per minggu hingga akhir November. Kami juga sudah memetakan kecamatan-kecamatan yang berpotensi mengalami kebakaran dengan tingkat risiko sangat tinggi dan tinggi,” ujarnya.

Dengan pemetaan tersebut, BMKG menyediakan informasi mengenai wilayah yang berpotensi menghadapi risiko kebakaran. Data mingguan itu menjadi salah satu dasar untuk mendukung penentuan prioritas penanganan karhutla, sementara operasi modifikasi cuaca diarahkan untuk meningkatkan peluang hujan di daerah sasaran.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar