pangan dan lingkungan

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Diklaim Aman hingga Panen Raya 2027

admin Diperbarui 17:35 3 menit membaca
Foto: antaranews.com
Ukuran Teks:

Bandung – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat memastikan ketersediaan beras di wilayah tersebut mencukupi hingga akhir 2026, bahkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sampai memasuki panen raya pada Februari 2027.

Hingga 22 Oktober 2026, Bulog Jabar tercatat menguasai stok beras sebanyak 623,9 ribu ton. Persediaan tersebut menjadi modal untuk menjaga ketersediaan pangan di Jawa Barat menjelang pergantian tahun hingga periode panen raya berikutnya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan jumlah stok yang tersedia saat ini mencukupi untuk mendukung persiapan pengadaan beras dari hasil panen tahun depan.

“Posisi stok (beras) Jabar secara garis besar, sangat cukup sampai persiapan pengadaan panen raya tahun depan,” kata Nurman dalam pesan singkatnya di Bandung, Sabtu.

Mayoritas Stok Berasal dari Beras Penugasan Pemerintah

Dari total persediaan yang dikuasai Bulog Jabar, sekitar 623,8 ribu ton merupakan beras penugasan pemerintah atau subsidi (PSO). Sementara itu, stok beras komersial tercatat sekitar 107 ton.

Persediaan tersebut tersebar di gudang yang dikelola delapan kantor cabang Bulog di Jawa Barat. Indramayu dan Cirebon menjadi dua wilayah dengan stok terbesar berdasarkan data yang dihimpun hingga 22 Oktober 2026.

Berikut rincian stok beras Bulog Jabar berdasarkan kantor cabang:

  • Indramayu: sekitar 192,7 ribu ton.
  • Cirebon: sekitar 176,7 ribu ton.
  • Karawang: sekitar 99,7 ribu ton.
  • Subang: sekitar 59,1 ribu ton.
  • Ciamis: sekitar 43,7 ribu ton.
  • Cianjur: sekitar 24,8 ribu ton.
  • Bandung: sekitar 19 ribu ton.
  • Bogor: sekitar 7,9 ribu ton.

Sebaran persediaan tersebut menjadi bagian dari kesiapan Bulog dalam menjaga ketersediaan beras di Jawa Barat selama beberapa bulan ke depan.

Masyarakat Diimbau Tidak Belanja Berlebihan

Dengan persediaan yang dinilai mencukupi, Bulog Jabar meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena khawatir terhadap ketersediaan beras.

“Diharapkan masyarakat tidak panik karena stok cukup,” tuturnya.

Imbauan tersebut disampaikan di tengah upaya menjaga kestabilan pasokan pangan menjelang akhir tahun. Bulog menilai stok yang dikuasai saat ini cukup untuk mendukung kebutuhan hingga persiapan penyerapan hasil panen raya pada 2027.

Serapan Gabah dan Beras Petani Lampaui Target

Di sisi lain, Bulog Jabar tetap melanjutkan pembelian gabah dan beras dari petani lokal meskipun target penyerapan untuk 2026 telah tercapai.

Hingga periode pelaporan dalam sumber tersebut, realisasi serapan setara beras mencapai 694.947 ton atau 100,7 persen dari target. Capaian itu tidak membuat Bulog menghentikan pengadaan dari petani.

Penyerapan akan terus digenjot hingga akhir Desember 2026. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus mendukung petani di Jawa Barat.

“Meski target telah tercapai, kami akan terus menyerap gabah petani hingga akhir Desember dan melanjutkan komitmen ini pada tahun-tahun berikutnya, khususnya untuk mendukung petani di Jawa Barat,” ujar Nurman menambahkan.

Dengan stok yang tersedia dan penyerapan yang tetap berjalan, Bulog Jabar berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan beras dan keberlanjutan pembelian hasil panen petani menjelang 2027.

 

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar