infrastruktur

Irigasi Sei Wampu Ditargetkan Rampung 2026, Rp 300 Miliar Disiapkan untuk 3.700 Hektare Sawah

admin Diperbarui 17:31 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Medan – Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan irigasi di Bendung Sei Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, selesai pada 2026. Proyek dengan anggaran sekitar Rp 300 miliar ini diarahkan untuk memperluas akses air bagi lahan pertanian sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan target tersebut saat meninjau Bendung Sei Wampu, Sabtu (8/11). Pembangunan yang menjadi perhatian pemerintah mencakup jaringan saluran primer dan sekunder di sisi kiri bendung.

Dody menjelaskan, bendung tersebut sebenarnya telah lama dibangun. Namun, pembangunan jaringan irigasi yang menghubungkan bendung dengan lahan pertanian belum sepenuhnya terlaksana. Dari total rencana saluran primer sepanjang 5,5 kilometer, baru sebagian yang telah dibangun.

“Bendung Sei Wampu sudah lama dibangun, namun saat itu kami belum sempat membangun jaringan irigasinya, hanya sebagian saluran primer yang terbangun dari total 5,5 kilometer,” kata Dody ketika meninjau lokasi, Sabtu (8/11).

Pada 2026, pemerintah menargetkan penyelesaian saluran primer sepanjang 5,5 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 43 kilometer. Penyelesaian kedua jaringan tersebut diharapkan membuat distribusi air dari bendung menuju lahan pertanian berjalan lebih optimal.

“Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp300 miliar,” ujarnya didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumut Hardy Pangihutan Siahaan.

Ribuan Hektare Sawah Ditargetkan Mendapat Akses Irigasi

Pembangunan jaringan irigasi Sei Wampu diproyeksikan mendukung pengairan sekitar 3.700 hektare sawah yang tersebar di puluhan desa di Kabupaten Langkat.

Selama ini, sebagian lahan pertanian belum memperoleh pasokan air irigasi yang memadai. Dody menyebut sekitar 1.100 hektare sawah masih bergantung pada curah hujan. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih menanam kelapa sawit di lahannya.

Penyelesaian jaringan irigasi diharapkan memberikan kepastian pasokan air sehingga masyarakat dapat kembali mengembangkan usaha pertanian padi.

Menurut Dody, warga yang selama ini menanam sawit telah berkomitmen mengonversi lahannya kembali menjadi sawah setelah jaringan irigasi berfungsi.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengoptimalkan lahan pertanian di wilayah Langkat. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, lahan yang sebelumnya bergantung pada hujan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi pangan.

Penguatan Irigasi Menjadi Bagian dari Ketahanan Pangan

Dody menegaskan bahwa pembangunan Bendung Sei Wampu dan jaringan pendukungnya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, infrastruktur pengairan perlu berfungsi secara optimal agar mampu menunjang kegiatan pertanian. Karena itu, pemerintah akan mengevaluasi bendung-bendung yang belum memberikan manfaat maksimal.

“Ketahanan pangan menjadi prioritas. Seluruh bendung yang belum berfungsi optimal akan dievaluasi,” ujarnya.

Bendung Sei Wampu sendiri memiliki sejumlah fungsi strategis, mulai dari mengatur aliran Sungai Wampu, membantu pengendalian banjir, hingga menyediakan air baku bagi masyarakat setempat.

Pembangunan jaringan primer dan sekunder diharapkan melengkapi fungsi bendung tersebut, khususnya dalam menyalurkan air secara lebih merata ke lahan pertanian.

Dengan jaringan yang terhubung, pemanfaatan infrastruktur pengairan diharapkan tidak hanya bergantung pada keberadaan bendung, tetapi juga pada kemampuan saluran mendistribusikan air hingga ke kawasan persawahan.

Pemerintah Harapkan Produktivitas Petani Meningkat

Penyelesaian jaringan irigasi Sei Wampu diharapkan membawa dampak langsung bagi petani di Kabupaten Langkat. Ketersediaan air yang lebih baik dapat mendukung keberlanjutan kegiatan bercocok tanam sekaligus membuka peluang pemanfaatan lahan secara lebih optimal.

Selain mendorong produktivitas pertanian, proyek ini diharapkan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan ekosistem air di wilayah Langkat serta sekitarnya.

Dody menilai manfaat pembangunan akan semakin terasa ketika seluruh jaringan irigasi berfungsi dan mampu memenuhi kebutuhan air di area pertanian yang menjadi sasaran program.

“Setelah jaringan irigasi berfungsi penuh, manfaatnya dapat langsung dirasakan petani, dan arus pertanian serta ketahanan pangan nasional bisa meningkat,” tutur Dody.

Dengan target penyelesaian pada 2026, pembangunan saluran primer dan sekunder Bendung Sei Wampu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menghubungkan infrastruktur sumber air dengan kebutuhan produksi pertanian. Keberhasilan proyek ini akan bergantung pada penyelesaian jaringan sesuai rencana sehingga pasokan air dapat menjangkau lahan-lahan yang selama ini masih mengandalkan hujan.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar