Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyusun perhitungan kebutuhan anggaran untuk melanjutkan pembangunan jaringan Lintas Raya Terpadu (LRT) menuju Jakarta International Stadium (JIS). Dukungan Danantara Indonesia menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan untuk merealisasikan pengembangan transportasi tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, pihaknya telah meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan LRT Jakarta menyiapkan perincian kebutuhan biaya. Perhitungan tersebut dinilai penting sebagai dasar pembahasan lebih lanjut dengan Danantara.
“Sekarang, saya sudah meminta kepada Jakpro maupun LRT Jakarta untuk menyiapkan hitungannya. Karena bagaimanapun, kalau duduk dengan Danantara itu kan harus ada hitungannya, berapa yang memang dibutuhkan untuk itu,” ujar Pramono saat ditemui di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat.
Menurut Pramono, Chief Operating Officer (COO) Danantara Doni Oskaria telah memberikan respons terhadap rencana tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menyambut positif arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai keterlibatan Danantara dalam mendukung pembangunan jalur baru LRT.
Alternatif Pendanaan Jadi Perhatian Pemprov DKI
Pramono menjelaskan, penjajakan dukungan dari Danantara merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan sejumlah alternatif pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur transportasi.
Selain rencana perluasan jaringan menuju JIS dan koneksi dengan kereta cepat Jakarta-Bandung melalui Stasiun Whoosh Halim, Pemprov DKI juga menyiapkan kelanjutan proyek LRT pada rute Manggarai-Dukuh Atas.
Untuk jalur Manggarai-Dukuh Atas, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp2,7 triliun. Pembangunan lanjutan tersebut direncanakan mulai pada 2027.
Pramono menyebutkan, dana untuk proyek itu sebenarnya telah tersedia. Meski demikian, pemerintah daerah tetap membuka peluang penggunaan sumber pendanaan lain agar pelaksanaan pembangunan memiliki sejumlah pilihan pembiayaan.
“Jadi, intinya, bisa dari obligasi, bisa dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), bisa juga dari Danantara,” ungkap Pramono.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan satu sumber dana untuk mendukung pengembangan jaringan transportasi perkotaan. Obligasi, anggaran daerah, dan dukungan Danantara menjadi sejumlah opsi yang dipertimbangkan sesuai kebutuhan proyek.
Presiden Prabowo Minta Danantara Dukung Jakarta
Dukungan Danantara terhadap pembangunan transportasi di Jakarta sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 16 September 2026. Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa Danantara perlu membantu Pemprov DKI melanjutkan pembangunan LRT.
“Saya kira Danantara wajib membantu, karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI. DKI milik seluruh bangsa,” kata Prabowo.
Arahan tersebut menjadi salah satu landasan bagi Pemprov DKI untuk menjajaki kemungkinan kerja sama pembiayaan dengan Danantara. Pemerintah daerah kini menyiapkan perhitungan kebutuhan anggaran sebagai dasar pembahasan mengenai besaran dukungan yang diperlukan.
Bagi Jakarta, pengembangan jaringan LRT menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas antarkawasan. Namun, realisasi setiap tahap pembangunan tetap memerlukan perencanaan anggaran yang terukur, termasuk penentuan sumber dana dan kebutuhan investasi.
Dengan persiapan perhitungan yang dilakukan Jakpro dan LRT Jakarta, Pemprov DKI berharap pembahasan mengenai dukungan Danantara dapat memiliki dasar yang jelas. Adapun kelanjutan proyek akan bergantung pada hasil perhitungan kebutuhan biaya serta skema pendanaan yang dipilih pemerintah.
Sumber: Antaranews.com